Fish

Daftar Isi :





Share It

Minggu, 17 Juni 2012

Seberapa Besar Masalah Migren Pada Wanita?

Bagi penderita migren, ada beberapa hal yang lebih mengganggu daripada kesakitan fisik. Sakit kepala migren dapat menyebabkan ritme hidup yang semula cepat menjadi sangat lambat, dan sering kali, bahkan dapat terhenti sama sekali.

Selain itu, migren juga dapat mengganggu rutinitas sehari-hari dan menunda rencana penting, menyebabkan banyak penderita merasa frustasi dan tidak dapat mengendalikan hidup mereka.

Dr. Michael Sellman, Pemimpin Ahli Penyakit Syaraf di Mercy Medical Center di Baltimore, Maryland, mengatakan bahwa sakit kepala migren adalah hal yang paling sering dikeluhkan oleh pasien di kantornya.

"Sakit kepala migren kebanyakan dimulai saat beranjak dewasa. Migren dapat bersifat genetis alamiah atau diturunkan dari ibu atau ayah."

Meskipun migren menyerang pria dan wanita, Sellman mengatakan bahwa wanita cenderung lebih sering mengalami migren. "Wanita menderita migren tiga kali lebih sering daripada pria.

Diperkirakan, sekitar 15 persen dari seluruh wanita pernah menderita migren, sementara pria hanya berjumlah sekitar 5 persen," ujar Sellman.

"Ada berbagai penyebab sakit kepala migren. Sekitar 15% migren terjadi sebelum siklus menstruasi wanita. Makanan tertentu juga dapat memicu migren, seperti coklat, keju, bawang, jeruk dan tomat. Anggur merah dan bir juga kadang dapat memicu terjadinya migren. Perubahan drastis dalam tekanan udara (yang terjadi sebelum hujan badai) dapat memicu migren," ujar Sellman.

Stres adalah gejala sekaligus pemicu datangnya penyakit tersebut. Stres dapat menyebabkan migren dan tentu saja migren menyebabkan stres yang parah.

Sarah Bayle, seorang editor, sering mengalami migren sejak SMP. Ia menggambarkan serangan migren sebagai sesuatu yang menyerang seluruh tubuh.

"Migren itu mengerikan, menyerang seluruh tubuh. Saat mengalaminya, tubuhku gemetar dan aku merasa seperti ditusuk-tusuk jarum sementara kepalaku seperti dihantam ke tembok beton berulang kali. Bahkan suara yang pelan terdengar seperti bom yang sedang meledak.”

"Para dokter, bahkan di era pengobatan maju seperti sekarang, masih belum terlalu memahami migren, dan penanganannya masih terbatas,” ujarnya.

Jennifer Engle, pemilik sebuah perusahaan pemasaran dan komunikasi, juga merasakan dampak sakit kepala yang menyakitkan tersebut.

"Kadang migren membuatku terbangun tengah malam, seringkali dengan sakit yang berdenyut-denyut di belakang kepalaku dan bergerak di atas satu mata. Sakitnya sangat menyiksa. Segala jenis cahaya menjadi menyakitkan, dan sering membuat mual (kadang membuatku muntah). Aku juga sering kedinginan, Pada dasarnya, dengan semua gejala itu, aku merasa sangat sengsara dan sangat sulit berkonsentrasi."

Engle setuju bahwa minum obat migren kadang dapat membantu, namun tidak menjamin kesembuhan.

"Aku selalu minum obat (selalu kubawa setiap saat) pada saat migren menyerang, jika memungkinkan. Biasanya, butuh waktu 45 menit hingga satu jam untuk merasakan efeknya. Pil tersebut memang meringankan sakit. Aku sering masuk ke lemari yang gelap atau memakai kacamata hitam jika sedang bekerja. Kena migren sangat menyebalkan karena penyakit tersebut selalu datang di saat yang tidak tepat!"

Walau obat untuk sakit kepala migren sudah tersedia, Dr. Sellman menganjurkan bagi para penderita migren untuk berkonsultasi dengan dokter, karena migren menyebabkan dampak yang berbeda pada setiap penderita.

"Temui dokter untuk memastikan kelainan sakit kepala ini bukan disebabkan oleh penyebab yang lain.”

“Pemeriksaan fisik penting dilakukan sebelum diberikan resep dan pengamatan lanjutan untuk komplikasi juga sama pentingnya. Penanganan yang lebih baru yang terbukti sukses menanggulangi migren adalah dengan suntik Botox,” ujar Sellman.

Perubahan gaya hidup, kata Sellman, dapat mencegah migren.

“Pasien dianjurkan sering makan dalam porsi kecil untuk menghindari kelaparan. Stres harus dikurangi sebanyak mungkin. Kurang tidur juga dapat memperparah sakit kepala. Malah kadang sering kebanyakan tidur juga dapat menjadi penyebabnya. Oleh karena itu jangan tidur sampai 10 jam saat akhir pekan, jika Anda memiliki masalah sakit kepala,” ujarnya.
sip

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih Kunjungannya, Silahkan Komentarnya ditunggu....